Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeHukum & KriminalNews

Penerapan Ganjil-Genap PPKM Level 4 di Kota Bogor Sukses Tekan Mobilitas Warga

×

Penerapan Ganjil-Genap PPKM Level 4 di Kota Bogor Sukses Tekan Mobilitas Warga

Sebarkan artikel ini

Kota Bogor, BogorUpdate.com
Penerapan ganjil-genap di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Kota Bogor baru saja selesai dilakukan tim Satgas COVID-19 Kota Bogor.

Seperti diketahui, penerapan ganjil genap di masa PPKM Level 4 ini mulai diberlakukan pada Jumat tanggal 23 Juli 2021 lalu dan berakhir hari ini Minggu 25 Juli 2021.

Selama tiga hari diberlakukan, tim Satgas COVID-19 yang terdiri dari TNI-Polri dan Pemerintah Kota Bogor sukses menekan angka mobilitas kendaraan dan juga menekan mobilitas warga.

Bahkan, Polresta Bogor Kota selaku penanggungjawab penerapan ganjil genap mencatat lebih dari 21 ribu kendaraan diputar-balikan. Alhasil, kondisi dan situasi lalu lintas di Kota Bogor terlihat lengang dan sepi.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, ada sekitar 21 ribu lebih kendaraan di luar pengecualian pemberlakuan ganjil genap berhasil diputar-balikan oleh petugas.

“Iya, total kendaraan yang diputar-balikan ada 21.749, diantaranya 7.921 kendaraan roda empat dan 13.828 kendaraan roda dua,” kata Susatyo, Minggu (25/7/21).

Lanjut Kapolresta, puluhan ribu kendaraan yang diputar-balikan selama pemberlakuan ganjil genap itu tersebar di 8 titik penyekatan, mulai dari simpang Ciawi, simpang Baranangsiang, simpang Balebinarum, simpang BORR, simpang McD Lodaya, Irama Nusantara, SPBU Jalan Veteran dan SPBU Vivo Air Mancur.

“Untuk titik sekat ganjil-genap ini semuanya ada 9 titik, namun kendaraan yang diputar-balikan terdapat di 8 titik sekat, diantaranya 437 kendaraan roda empat (R4) dan 875 kendaraan roda dua (R2) di Irama Nusantara, 1.865 kendaraan R4 dan 2.232 kendaraan R2 di simpang Balebinarum, 1.892 kendaraan R4 dan 2.606 kendaraan R2 di simpang BORR, 857 kendaraan R4 dan 2.265 kendaraan R2 di SPBU Vivo Air Mancur,” jelasnya.

“Kemudian, di SPBU Veteran tercatat ada 587 kendaraan R4 dan 985 kendaraan R2, di simpang Baranangsiang ada 585 kendaraan R4 dan 985 kendaraan R2, di simpang McD Lodaya ada 1.050 kendaraan R4 dan 2.186 kendaraan R2, di simpang Ciawi sebanyak 417 kendaraan R4 dan 1.094 kendaraan R2. Sementara di simpang Empang nihil. Jadi totalnya 21.749 kendaraan,” tambah Susatyo.

Melihat jumlah kendaraan yang mencapai puluhan ribu diputar-balikan, kata Susatyo, maka sistem ganjil genap di masa PPKM level 4 ini mampu mengurangi mobilitas kendaraan yang cukup signifikan. “Artinya, kita semua tim Satgas COVID-19 mampu melakukan penurunan jumlah mobilitas kendaraan selama PPKM level 4 ini,” ujarnya.

Meski begitu, sambung dia, kebijakan ini tentu akan terus di evaluasi bersama oleh tim Satgas COVID-19 Kota Bogor. “Kita berharap apa yang sudah kita lakukan ini dapat memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Kota Bogor, dan mudah-mudahan ke depan bisa kembali normal,” pungkasnya. (bu/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *