Kemang, BogorUpdate.com – Pasca banjir yang melanda warga Kampung Kiara dan SDN Kemang Kiara, Desa Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, beberapa hari lalu, Pemerintah Desa Kemang bersama seluruh lembaga desa melaksanakan normalisasi saluran air dan drainase.
Kegiatan tersebut dilakukan di wilayah RW 05 dan RW 04, lokasi yang terdampak banjir cukup parah, termasuk area SDN Kemang Kiara.
Kepala Desa Kemang, Entang Suana, mengatakan bahwa kegiatan ini melibatkan seluruh unsur desa mulai dari RT, RW, Kadus, LPM, BPD, Linmas, hingga masyarakat setempat.
“Hari ini kita bersama-sama melaksanakan normalisasi drainase sebagai bentuk kepedulian dan peningkatan gotong royong warga Desa Kemang,” ujarnya kepada wartawan.
Entang juga menegaskan harapannya kepada para pengembang perumahan serta dinas terkait seperti DPUPR dan DLH agar segera merealisasikan hasil rapat penanganan dampak banjir yang telah dilakukan pada 9 Agustus 2025 lalu, dan rapat lanjutan yang digelar belum lama ini.
“Normalisasi ini membutuhkan alat berat dan biaya besar, karena perlu pelebaran serta pendalaman saluran air. Panjang saluran yang harus dinormalisasi sekitar satu kilometer. Warga sangat mendukung, tapi kalau terlalu lama dikhawatirkan curah hujan tinggi akan menyebabkan banjir lebih besar,” jelasnya.
Ia menambahkan, setelah dilakukan penelusuran saluran drainase, ditemukan bagian ujung saluran yang sudah dibentuk menggunakan buis beton. Namun, jarak bak kontrol dinilai terlalu jauh.
“Seharusnya bak kontrol dibuat setiap 10 hingga 20 meter agar ketika ada sampah bisa segera terpantau,” tambahnya.
Selain itu, ditemukan pula drainase yang telah dipasang kawat wiremesh oleh pihak perumahan untuk mencegah sampah masuk ke saluran. Namun menurut Entang, pengawasan tetap diperlukan.
“Kalau hujan deras, wiremesh itu harus dibuka. Harapan saya, apa yang sudah dirapatkan antara pihak perumahan dan dinas terkait bisa segera direalisasikan,” pungkasnya. (Dyn)












