Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNewsPendidikan

SPMB 2026 Kota Bogor Prioritaskan Siswa Miskin Ekstrem, Desil 1 Jadi Utama

×

SPMB 2026 Kota Bogor Prioritaskan Siswa Miskin Ekstrem, Desil 1 Jadi Utama

Sebarkan artikel ini

Kota Bogor, BogorUpdate.com – Dinas Pendidikan Kota Bogor menegaskan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 akan memprioritaskan siswa dari keluarga kurang mampu melalui jalur afirmasi.

Prioritas utama diberikan kepada siswa yang masuk kategori desil 1 hingga desil 5 berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Herry Karnadi, mengatakan kebijakan tersebut dilakukan untuk memastikan akses pendidikan bagi masyarakat miskin, khususnya kelompok miskin ekstrem.

“Sekarang kita memakai data kependudukan dan data kemiskinan dari DTKS atau Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional. Desil 5 ke bawah itu dianggap warga kurang mampu. Desil 1 adalah kategori kemiskinan ekstrem,” ujar Herry Karnadi, Rabu (20/5/2026).

Ia menjelaskan, jalur afirmasi hanya diperuntukkan bagi warga yang masuk kategori desil 1 sampai desil 5. Sementara warga dengan kategori desil 6 ke atas tidak diperbolehkan mendaftar melalui jalur afirmasi dan harus mengikuti jalur lain seperti domisili atau prestasi.

“Kalau dia desil 6, tidak bisa masuk kelompok afirmasi. Dia harus melalui jalur lain,” katanya.

Menurut Herry, dalam pelaksanaannya nanti siswa dari desil 1 akan menjadi prioritas utama penerimaan. Setelah itu baru diikuti desil-desil berikutnya hingga desil 5.

“Kita prioritaskan desil 1 dulu karena itu kategori miskin ekstrem. Mereka akan kita upayakan semuanya masuk dulu,” jelasnya.

Disdik Kota Bogor juga telah menetapkan komposisi kuota penerimaan siswa baru tahun 2026. Jalur domisili atau zonasi mendapatkan porsi terbesar yakni 40 persen, disusul jalur prestasi 30 persen, jalur afirmasi 25 persen, dan jalur mutasi sebesar 5 persen.

Namun Herry menegaskan, kuota afirmasi 25 persen tersebut terbagi lagi menjadi 20 persen untuk warga miskin Kota Bogor dan 5 persen untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

“Jadi afirmasi itu 25 persen totalnya. Sebanyak 20 persen untuk penduduk miskin dan 5 persen untuk ABK,” ujarnya.

Meski demikian, Herry mengakui jumlah warga dalam kategori lima desil terbawah cukup besar dibanding daya tampung sekolah negeri yang tersedia melalui jalur afirmasi.

“Data sosial lima desil terbawah itu sekitar 6.000-an siswa. Sementara alokasi afirmasi di SMP negeri hanya sekitar 1.400 kursi,” katanya.

Untuk membantu siswa dari keluarga tidak mampu yang belum tertampung di sekolah negeri, Pemkot Bogor menyiapkan program beasiswa SMP bagi sekitar 2.000 siswa.

Menurutnya, sebagian siswa dari kelompok desil 4 dan 5 juga masih memiliki peluang masuk melalui jalur domisili maupun prestasi.

“Desil 1 wajib kita salurkan semuanya ke jalur afirmasi. Sedangkan desil 4 atau 5 masih mungkin masuk lewat jalur domisili atau prestasi,” tutur Herry. (Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *