Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

Wali Kota Bogor Tinjau Penanganan Longsor Kebon Pedes, Proyek Rp 5,5 Miliar Siap Dikerjakan

×

Wali Kota Bogor Tinjau Penanganan Longsor Kebon Pedes, Proyek Rp 5,5 Miliar Siap Dikerjakan

Sebarkan artikel ini

Kota Bogor, BogorUpdate.com – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, meninjau langsung lokasi longsor di kawasan Kebon Pedes, Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Rabu (17/6/2026) pagi.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan pelaksanaan proyek penanganan longsor di bantaran Sungai Cipakancilan setelah diterbitkannya Surat Perintah Kerja (SPK) dan dilakukan serah terima lokasi pekerjaan.

Longsor yang terjadi pada 15 Januari 2026 tersebut sempat mengancam keselamatan warga serta mengganggu aktivitas lalu lintas di kawasan Kebon Pedes.

Karena status kewenangannya berada di bawah Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bogor sejak awal terus mengusulkan agar penanganan lokasi tersebut menjadi prioritas.

“Ini di Kebon Pedes ada longsoran Cipakancilan yang terjadi pada 15 Januari 2026. Karena kewenangannya berada di bawah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bogor mengusulkan kepada Pemprov Jabar agar penanganannya dapat diprioritaskan. Alhamdulillah hari ini sudah dilakukan penandatanganan SPK dan serah terima lokasi pekerjaan sehingga siap untuk dikerjakan,” ujar Dedie.

Menurut Dedie, proyek penanganan longsor tersebut memiliki nilai anggaran sekitar Rp5,5 miliar dengan masa pelaksanaan selama 150 hari kerja.

“Alhamdulillah sudah siap digarap. Memang segala sesuatu perlu proses karena anggarannya harus disiapkan terlebih dahulu. Nilainya juga cukup besar, sekitar Rp5,5 miliar,” katanya.

Ia menjelaskan, metode penanganan yang digunakan tidak hanya berupa pembangunan dinding penahan tanah (DPT), tetapi juga dilengkapi sejumlah konstruksi pendukung guna memperkuat struktur tebing dan menjaga stabilitas aliran sungai.

“Penanganannya menggunakan dinding penahan tanah, kemudian di bawahnya ada beton, bronjong, batu granular, serta tetap memperhatikan jalur aliran air agar sistem drainase berjalan dengan baik,” jelasnya.

Dedie juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama di sekitar sungai dan tebing. Menurutnya, sampah yang menumpuk dapat menghambat aliran air dan meningkatkan tekanan pada konstruksi penahan tanah sehingga berpotensi memicu longsor.

“Salah satu pemicu longsor bisa karena sampah yang menumpuk dan menghalangi jalur air. Akibatnya beban pada dinding menjadi besar dan akhirnya ambrol. Karena itu kebiasaan membuang sampah sembarangan harus dihentikan agar jalur Kebon Pedes yang sudah dibangun tidak kembali longsor akibat tumpukan sampah,” tegasnya.

Untuk mempercepat penyelesaian proyek, pekerjaan akan dilaksanakan siang dan malam. Namun demikian, masyarakat diminta memahami kemungkinan adanya pengaturan lalu lintas selama proses konstruksi berlangsung.

“Pekerjaan akan dilakukan siang dan malam. Kalau hanya malam hari tidak cukup untuk mengejar target 150 hari kerja. Memang nanti kemungkinan ada sistem buka-tutup jalan saat alat berat masuk. Tapi masyarakat diharapkan mendukung karena ini demi keselamatan bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Subkegiatan Perbaikan Badan Jalan DPT Beton, Ade Subhan, menjelaskan bahwa pekerjaan dimulai berdasarkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) tertanggal 17 Juni 2026 dan ditargetkan rampung pada 14 November 2026.

“Pekerjaan ini mulai dari Surat Perintah Mulai Kerja tanggal 17 Juni 2026 sampai dengan 14 November 2026,” kata Ade.

Ia menyebutkan, area longsoran yang ditangani memiliki panjang sekitar 63 meter dengan tinggi tebing yang longsor mencapai lebih dari 8 meter.

“Kalau tinggi longsor kurang lebih hampir lebih dari 8 meter. Untuk penanganannya sekitar 63 meter,” ungkapnya.

Terkait lalu lintas, Ade memastikan tidak akan ada penutupan jalan secara permanen selama pekerjaan berlangsung. Pengaturan arus kendaraan akan dilakukan secara situasional sesuai kebutuhan di lapangan.

“Penutupan jalan sifatnya kondisional. Nanti ketika memang membutuhkan, kami akan berkoordinasi untuk melakukan pengalihan arus. Jadi tidak setiap hari ditutup,” jelasnya.

Pemerintah Kota Bogor berharap proyek penanganan longsor Kebon Pedes dapat selesai tepat waktu sehingga fungsi infrastruktur jalan kembali optimal, risiko bencana dapat diminimalkan, serta masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman.

Dengan dimulainya pekerjaan tersebut, warga yang selama ini terdampak longsor diharapkan segera merasakan manfaat dari pembangunan infrastruktur yang lebih kuat dan berkelanjutan. (Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *