Kota Bogor, BogorUpdate.com – Penjualan masker di sejumlah titik Kota Bogor kembali meningkat pada Minggu (6/9/2026). Kondisi tersebut terjadi di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap paparan abu vulkanik yang disebut mulai dirasakan di wilayah Bogor.
Masker menjadi salah satu barang yang banyak diburu masyarakat, terutama warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah. Pengendara sepeda motor, penumpang kereta api, pekerja, hingga masyarakat umum terlihat menggunakan masker sebagai perlindungan terhadap saluran pernapasan.
Peningkatan permintaan tersebut turut berdampak terhadap harga masker di tingkat pedagang eceran. Kondisi itu salah satunya terlihat pada pedagang masker di depan Stasiun Bogor.
Salah seorang pedagang masker, Ratna (25), mengatakan harga masker yang diperolehnya dari distributor mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut Ratna, masker yang sebelumnya dibeli dengan harga sekitar Rp15 ribu per boks, kini naik menjadi sekitar Rp20 ribu hingga Rp22 ribu per boks.
“Dari tokonya (distributor) memang sudah naik. Mau tidak mau, pembeli juga terpaksa beli karena butuh untuk kesehatan,” ujar Ratna di depan Stasiun Bogor, Minggu (6/9/2026).
Untuk menyiasati kenaikan harga dari distributor, Ratna memilih menjual masker secara eceran. Masker jenis biasa atau duckbill dijual sekitar Rp5 ribu untuk dua buah.
Sementara itu, masker dengan bahan yang lebih tebal dijual sekitar Rp5 ribu per buah. Masker tersebut dikemas secara individual menggunakan plastik sebelum diberikan kepada pembeli.
Meski harga dari distributor naik, Ratna mengaku tidak bisa menaikkan harga jual terlalu tinggi. Sebab, sebagian besar pembelinya merupakan masyarakat umum dan penumpang yang membutuhkan masker untuk digunakan sehari-hari.
“Kalau buat dagang eceran begini serba salah. Kita kan jualnya ke penumpang atau masyarakat umum, agak susah kalau mau naikin harga tinggi-tinggi,” katanya.
Ratna menyebut peningkatan penjualan masker mulai terasa seiring munculnya kekhawatiran masyarakat terhadap abu vulkanik. Warga yang sebelumnya tidak selalu menggunakan masker kini mulai membeli dan mengenakannya ketika berada di luar rumah.
Menurutnya, kebutuhan masker saat ini bukan hanya berasal dari masyarakat yang memang sudah terbiasa menggunakan masker, tetapi juga warga yang kembali mengenakan masker karena khawatir dengan kondisi udara.
Sementara itu, salah seorang pembeli masker, Sekar, mengatakan dirinya membeli masker sebagai langkah antisipasi karena khawatir terhadap dampak abu vulkanik terhadap saluran pernapasan.
Menurut Sekar, menggunakan masker menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan masyarakat ketika harus beraktivitas di luar rumah.
“Ya, saya beli masker karena untuk jaga-jaga. Apalagi sekarang ada abu vulkanik, jadi kalau keluar rumah lebih baik pakai masker,” ujar Sekar.
Sekar berharap kondisi udara di wilayah Bogor segera kembali normal sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih nyaman dan aman.
Peningkatan permintaan masker tersebut membuat pedagang harus menyesuaikan stok dengan kebutuhan masyarakat. Masker yang sebelumnya hanya menjadi salah satu barang dagangan kini kembali banyak dicari warga.
Di sisi lain, masyarakat diimbau tetap memperhatikan informasi resmi dari pemerintah dan instansi terkait mengenai kondisi udara serta perkembangan sebaran abu vulkanik.
Warga yang harus beraktivitas di luar rumah juga disarankan menggunakan masker yang sesuai dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara dinilai kurang baik.
Dengan meningkatnya permintaan tersebut, masker kini kembali menjadi salah satu barang yang banyak dicari masyarakat Kota Bogor di tengah kewaspadaan terhadap dampak abu vulkanik. (Abizar)












