Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNewsPemerintahan

Wawalkot Bogor Bakal Tindaklanjuti Soal Dugaan Bansos Covid-19 di Sukaresmi yang Tak Tepat Sasaran

×

Wawalkot Bogor Bakal Tindaklanjuti Soal Dugaan Bansos Covid-19 di Sukaresmi yang Tak Tepat Sasaran

Sebarkan artikel ini

Dedie Rachim, Wakil Wali Kota Bogor (Net)

Kota Bogor, BogorUpdate.com
Terkuak pemberian bantuan sosial (Bansos) bagi masyarakat rawan rentan miskin di wilayah Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, bakal ditindaklanjuti oleh orang nomor dua di daerah tersebut.

Melalui Wakil Walikota (Wawalkot) Bogor, Dedi A. Rachim mengaku, pihaknya sangat berterimakasih kepada insan pers terutama bagi media Bogorupdate.com dalam penyajian berita yang mengungkap ketidak adilan dalam penerima bansos Covid-19 di kampung Kedung Halang Wesel RT 01 RW 03 Kelurahan Sukaresmi, Tanah Sareal, Bogor, yang dianggap tidak tepat sasaran.

“Terimakasih informasinya pak,” kata Dedi Rachim kepada Bogorupdate.com, Rabu (13/5/2020).

Ia juga berjanji, terkait perihal tersebut dirinya akan menindaklanjuti dengan berkoordinasi kepada pihak terkait mulai dari pemerintah tingkat kelurahan, Kecamatan hingga dinas terkait.

“Nanti saya koordinasikan perihal informasi ini,” tegasnya.

Pada pemberitaan sebelumnya, Akibat tak meratanya bantuan sosial (Bansos) dampak dari pandemi Covid-19 oleh pemerintah, memicu kecemburuan sosial di kalangan masyarakat sekitar.

Terutama bagi warga kampung Kedung Halang wesel RT 01 RW 03 Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Dimana, ada salah satu warganya yang merasa dibedakan dalam memperoleh bantuan tersebut.

Salah seorang warga RT 01 RW 03 Kelurahan Sukaresmi, yang enggan disebutkan namanya mengatakan, jika dirinya merasa heran dengan ketua RT nya setempat. Pasalnya, ada 5 sampai 6 orang yang diketahui sangat dekat dengan ketua RT nya itu dapat memperoleh bantuan sosial pandemi Covid-19, meski orang itu dikategorikan masyarakat mampu.

“Saya aneh kenapa di tempat saya tinggal ini, ada 5 sampai 6 orang bisa memperoleh bantuan covid-19 ya, padahal dia memiliki mobil, namun saya sendiri yang sudah tidak bekerja dan tidak ada penghasilan alias tidak bekerja, tidak mendapat bantuan itu,” katanya kepada Bogorupdate.com, Rabu (12/5/2020) malam.

Ia melanjutkan, sepengetahuannya bila bantuan yang diperoleh oleh masyarakat itu merupakan bantuan dana tunai sebesar Rp500 ribu.

“Setahu saya bantuannya itu tunai dikisaran 500 sampai 600 ribu rupiah. Enggak tahu dana bantuan dari pemerintah pusat, provinsi atau dari pemkot Bogor,” bebernya.

Selain itu, katanya, pendataan yang dilakukan oleh ketua RT 01 RW 03 Kelurahan Sukaresmi itu, seakan tidak merata. Karena, penerima bantuan Covid-19 di wilayah tempatnya tinggal itu, rata-rata merupakan orang terdekat dari ketu RT 03 tersebut yang biasa disebut ketua Rukun Tetangga (RT) Cetok.

“Iya enggak adil, itu yang dapat bantuan semua rata-rata orang terdekat RT termasuk warga yang memiliki mobil,” ujarnya.

“Dan saya berharap, pemkot Bogor melalui instansinya terkait dapat mendata ulang masyarakatnya agar memperoleh bantuan covid-19 itu menjadi tepat sasaran sehingga tidak terjadinya praktik Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme bagi kelompok maupun pribadi untuk mencari keuntungan pribadi,” harapnya.

Sementara itu, Ketua RT 01 RW 03 Kelurahan Sukaresmi, Ade mengaku, bila informasi yang diberikan oleh satu warganya itu sangat tidak benar. Lantaran, bantuan yang diketahui berasal dari Bantuan Gubernur (Bangub) Jawa Barat itu, hanya memiliki kendaraan mobil jenis angkot.

“Bukan mobil mewah kok, itu hanya mobil angkot saja. Dan sudah beberapa hari ini angkot milik warga saya itu katanya sudah tidak narik lagi, dan anaknya pun sudah tidak bekerja makanya memperoleh bantuan covid-19 itu,” akunya.

Pria yang akrap disapa Cetok itu juga menambahkan, jika bantuan yang digelontorkan oleh Gubernur Jawa Barat itu atas data dari Dinas Sosial Kota Bogor, bukan dari pendataannya yang dilakukan beberapa waktu lalu saat adanya arahan dari pemerintah setempat.

“Itu datanya juga dari pemerintah daerah setempat yakni Dinas Sosial Kota Bogor, bukan dari saya yang mendata beberapa waktu lalu. Makanya saya juga sebenarnya merasa heran mengapa warga saya ini bisa memperoleh bantuan covid-19 meski memiliki kendaraan mobil jenis angkot tersebut,” bebernya.

Lebih lanjut ia memaparkan, untuk persoalan ini Cetok mengaku jika ini terjadi tidak hanya di wilayahnya saja. Melainkan, dari total 5 RT di RW 03 itu semuanya terjadi hal yang sama termasuk di seluruh wilayah Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

“Ini juga bukan di wilayah saya saja terjadinya, tapi diseluruh wilayah RT 1, 2, 3, 4 dan 5 di RW 03 Kelurahan sukaresmi ini. Bahkan, sepengetahuan saya diseluruh wilayah se-Kelurahan Sukaresmi pun terjadi,” pungkasnya. (Rul)

 

 

 

 

Editor : Endi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *