Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeHukum & KriminalNews

Disandera Perompak Somalia Selama 6 Bulan, Korban ABK Asal Kabupaten Bogor Ngaku Hampir Dibunuh

×

Disandera Perompak Somalia Selama 6 Bulan, Korban ABK Asal Kabupaten Bogor Ngaku Hampir Dibunuh

Sebarkan artikel ini
Jajaran Polres Bogor saat memberikan penanganan medis terhadap Fiki Mutakin yang menjadi korban penyanderaan perompak Somalia. (Dok Polres Bogor)

Tenjo, BogorUpdate.com – Salah satu Anak Buah Kapal (ABK) kargo MT Honour 25, Fiki Mutakin (25) yang menjadi korban penyanderaan perompak Somalia selama 6 bulan di perairan Internasional telah dipulangkan secara selamat ke kediamannya di Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor.

Dalam kepulangannya itu, jajaran Polres Bogor yang dipimpin oleh Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto turun langsung melakukan pendampingan terhadap korban, pada Jumat malam, (9/10/2026).

“Kita melakukan pertolongan kepada salah satu ABK yang disandera perompak Somalia selama 6 bulan, alhamdulillah bisa diselamatkan oleh Pemerintah Republik Indonesia,” ujar Wikha saat menyambangi rumah korban.

Wikha menyebut, kondisi korban yang disandera bersama tiga Warga Negara Indonesia (WNI) lainnya, yakni Ashari Samadikun (34) asal Gowa, Adi Faizal (27) asal Bulukumba, dan Wahudinanto (48) asal Pemalang tersebut butuh penanganan medis lebih lanjut.

“Maka dari itu, kita lakukan evakuasi kepada yang bersangkutan (Fiki) untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut ke Rumah Sakit Kramat Jati di Jakarta,” katanya.

Selain membantu penanganan medis, Wikha juga memberikan sejumlah bantuan kepada korban asal Kabupaten Bogor tersebut berupa kursi roda dan tongkat.

Musabab, korban mengalami luka pada bagian kaki dan sulit berjalan usai mendapatkan penganiayaan selama 6 bulan di Somalia.

Sementara itu, Fiki yang disandera selama 6 bulan oleh perompak Somalia di perairan Internasional mengaku bersyukur bisa pulang dengan selamat ke pelukan keluarganya.

Pasalnya, kata Fiki, dirinya bersama para korban sandera lainnya kerap mendapatkan penganiayaan yang dilakukan perompak Somalia.

“Dieksekusi di tempat dengan kondisi tangan terikat,” ungkap Fiki.

Bahkan, Fiki pun mengakui bahwa dirinya nyaris meregang nyawa saat masa kelam penyanderaan tersebut.

“Memang sudah niat untuk dibunuh,” tutupnya. (Erwin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *