Kota Bogor, BogorUpdate.com – Ribuan pasang mata menyemut menyaksikan pagelaran wayang golek dan wayang kulit di Plaza Balai Kota Bogor, Jawa Barat, pada Jumat malam 6 November 2026.
Pagelaran wayang yang dibawakan oleh penerus legenda, Dalang Dinasti Sunandar (Dadan Sunandar Sunarya, Yogaswara Sunandar Sunarya, Lana Sunandar Sunarya) itu dihadiri langsung Menteri Kebudayaan Republik Indonesia (Menbud RI), Fadli Zon, Wali Kota Bogor Dedie Rachim, Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin, hingga Senator Jawa Barat Alfiansyah Komeng.
Kehadiran publik figur seperti Adi Bing Slamet serta jajaran petinggi Kemenbud kian menambah semarak suasana. Sebelum tontonan utama dimulai, panggung diguncang oleh aksi jenaka trio komedian legendaris Sule, Nunung, dan penyanyi Kiki Juliar yang sukses mencairkan suasana dengan gelak tawa penonton.
Fadli Zon menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak yang berkomitmen melestarikan seni tradisional, khususnya wayang. Ia mengingatkan kembali bahwa wayang memiliki kedudukan yang sangat istimewa di kancah global sebagai warisan budaya tak benda dunia yang telah diakui oleh UNESCO sejak tahun 2003.
“Wayang ini adalah warisan budaya tak benda dunia, sudah diakui oleh UNESCO sejak tahun 2003 sebenarnya,” ujar Fadli Zon dihadapan ribuan warga yang menyaksikan wayang golek di Balaikota Bogor.
Ia pun kemudian mengenang bahwa dulunya UNESCO menyematkan gelar Masterpiece of Oral Tradition and Intangible Heritage of Humanity sebelum akhirnya disingkat menjadi Intangible Cultural Heritage of Humanity.
“Wayang tercatat sebagai elemen budaya Indonesia pertama yang mendapat pengakuan internasional tersebut, mendahului warisan nusantara lainnya seperti keris, batik, angklung, gamelan, pantun, pencak silat, kebaya, jamu, hingga reog,” terangnya
Lebih lanjut, Fadli Zon menegaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa dan layak disebut sebagai superpower kebudayaan di tingkat global. Bentangan kekayaan ini membentang dari Sabang sampai Merauke, serta dari Miangas hingga Pulau Rote, termasuk di dalamnya tradisi luhur masyarakat tanah Sunda seperti wayang.
Kekayaan ragam wayang di Indonesia juga sangat luas, mulai dari wayang golek Sunda hingga wayang kulit dengan berbagai variasi cerita dan gagraknya. Khusus untuk wilayah Bogor, Fadli Zon mencatat daerah ini memiliki sejarah panjang sebagai tempat para perajin dan pembuat wayang golek yang handal
Fadli Zon menekankan bahwa pertunjukan wayang tidak sekadar berfungsi sebagai sarana hiburan atau tontonan semata. Di balik setiap lakon yang dibawakan, tersimpan nilai filosofis dan tuntunan hidup yang kuat.
Dalam kesempatan itu juga, Menbud memberikan apresiasi khusus kepada Ki Dalang Dadan Sunandar Sunarya beserta keluarga besar Dinasti Sunandar yang tampil memukau pada malam tersebut. Fadli Zon menceritakan kunjungannya pekan sebelumnya ke kediaman almarhum Abah Sunandar di Bale Endah, Bandung.
Menurutnya, keluarga besar Giriharja merupakan teladan nyata pewaris darah seni pewayangan yang mengalir dari generasi ke generasi, mulai dari Giriharja 1, Giriharja 2, hingga Giriharja 3.
“Mereka ini anak, cucu, keturunan, kalau sekarang kita nyebutnya DNA-nya itu dalang. Kita harapkan [warisan ini] terus tumbuh dan melahirkan pecinta-pecinta wayang khususnya wayang golek Sunda,” ungkap Fadli Zon.
Fadli Zon kemudian mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa mengikuti, meresapi, dan menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan dari generasi ke generasi.
“Selamat Hari Wayang Nasional, mari kita ikuti dan kita resapi pesan-pesan juga di balik cerita-cerita wayang yang terus-menerus diwariskan dari generasi ke generasi. Hatur nuhun,” pungkasnya. (Abizar)






