Scroll untuk baca artikel
HomeNews

Istimewa! Sutradara Asal Kabupaten Bogor Buat Film Dokumenter Karaja Sumba, Bakal Tayang di Turki

×

Istimewa! Sutradara Asal Kabupaten Bogor Buat Film Dokumenter Karaja Sumba, Bakal Tayang di Turki

Sebarkan artikel ini
Sutradara asal Citeureup, Kabupaten Bogor saat menggelar Gala Premiere film Karaja Sumba di kawasan Jakarta Pusat. (Erwin | Bogorupdate)

Jakarta, BogorUpdate.com – Ineu Rahmawati seorang Sutradara asal Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor resmi menggelar Gala Premere Film ‘Karaja Sumba, Ketika Perempuan Berkarya, Sumba Berdaya’ di CGV FX Sudirman, Jakarta Pusat, pada Rabu, (21/1/2026) malam.

Ineu menjelaskan, dibuatnya film pendek bergenre dokumenter tersebut untuk mengenalkan aktivitas tenun yang biasa dilakukan oleh para mama penenun di Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) menghadapi isu Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

“Dibalik tenun itu ada banyak mama penenun yang mengalami KDRT, sehingga lewat film ini praktik dari KDRT bisa berkurang dan mama-mama di sana bisa memberdayakan tenun ini jadi mata pencaharian mereka serta berani speak up,” ujar Ineu kepada wartawan.

Ineu menyebut, film pendek karya ketiganya itu sebagai seorang sutradara terinspirasi dari film ‘Woman from Rote Island’ karya Jeremias Ngayoen pada 2023 lalu yang juga mengangkat isu soal kekerasan yang dialami wanita.

“Kalau terinspirasi iya pastinya dari film Woman from Rote Island, saya melihat perempuan di Timur itu isunya relatif sama tentang KDRT, tetapi ini ceritanya beda,” ucapnya.

Untuk proses produksinya, kata Ineu, budget pembuatan film dokumenter Karaja Sumba itu menghabiskan sekitar Rp 500 juta.

“Proses produksinya dari mulai riset sampai selesai itu 1,5 tahun, risetnya itu yang lama mencapai 1 tahun, lalu produksinya itu dua mingguan, dan dari produksi itu kita reading film sekitar tiga bulan,” tuturnya.

Ineu mengaku, film pendek ketiganya itu sempat tayang di Festival Film Internasional, seperti di Bulgaria hingga Australia.

Bahkan, tambah dia, dalam waktu dekat ini juga akan kembali ditayangkan secara Internasional. Namun, bukan di bioskop komersial, melainkan di sejumlah pemutaran kalangan komunitas dan festival film.

“Nanti tayang di International Golden Road di Istanbul Turki pada 9-12 Februari 2026,” ungkapnya.

Saat ini, Ineu mengaku bangga sebagai warga Kabupaten Bogor yang telah mengangkat daerah lain di Indonesia bisa tembus ke kancah Internasional.

Dia berharap, ke depannya bisa melahirkan karya terbaru melalui film panjang yang belum pernah dibuatnya.

Lebih lanjut, Ineu berpesan kepada masyarakat Kabupaten Bogor untuk tidak takut dalam melahirkan karya di dunia perfilman.

“Buat masyarakat Kabupaten Bogor jangan pernah berputus asa, kuncinya kalau mau jadi filmmaker itu sering membaca dan menonton film aja. Jadi, bisa dimulai dari isu-isu dari di lingkungan rumah kita dulu aja,” tutupnya. (Erwin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *