Menurut Sastra, kegiatan yang berlangsung pada 15 hingga 19 April 2026 itu bukan sekadar forum pertemuan antar pimpinan legislatif, tetapi juga menjadi ruang untuk memperdalam wawasan kebangsaan serta bertukar pengalaman dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di daerah.
“Retret ini memberikan banyak pandangan baru terkait penguatan kepemimpinan dan kolaborasi antardaerah demi pembangunan yang lebih baik,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Ia mengatakan hasil pembahasan dalam retret harus mampu diterapkan secara nyata melalui program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Karena itu, DPRD Kabupaten Bogor akan mendorong lahirnya kebijakan yang selaras dengan visi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Sastra juga menekankan pentingnya hubungan harmonis antara legislatif dan eksekutif agar proses pembangunan berjalan efektif. Menurutnya, kerja sama yang solid menjadi kunci untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan di daerah.
“Sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah harus terus diperkuat supaya kebijakan yang dibuat benar-benar berdampak bagi masyarakat,” katanya.
Selain itu, ia menyebut retret tersebut membuka peluang komunikasi dan kerja sama lintas daerah yang dapat dimanfaatkan untuk saling berbagi inovasi serta solusi pembangunan.
Sementara itu, Ace Hasan Syadzily menjelaskan kegiatan retret bertujuan membangun karakter kepemimpinan yang berintegritas, memiliki semangat kebangsaan, dan mampu memperkuat keselarasan program antara pemerintah pusat dan daerah.
“Melalui kegiatan ini diharapkan para pimpinan DPRD membawa semangat baru dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di daerah masing-masing,” ujar Ace.






