Tajurhalang, BogorUpdate.com – Warga Kampung Jati RW 06, Desa Tonjong, Kecamatan Tajurhalang, mendatangi kantor kecamatan untuk mempertanyakan kelanjutan pengerjaan jalan yang bersumber dari Bantuan Keuangan (Bankeu) tahun 2025 yang hingga kini belum rampung, pada Selasa (28/4/26).
Kedatangan warga diterima oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) bersama Kasi Pemerintahan yang juga menjabat sebagai Penjabat (PJ) Kepala Desa Tonjong, Yuga Irwansyah.
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan aspirasi terkait kepastian penyelesaian sisa pekerjaan jalan.
“Warga hanya ingin kepastian kapan sisa pekerjaan itu dilaksanakan atau dituntaskan. Ini murni aspirasi warga,” ujar Yuga Irwansyah.
Ia menjelaskan bahwa dalam penyelesaian suatu persoalan terdapat tahapan-tahapan, mulai dari tingkat RT, RW, desa, hingga kecamatan.
Karena belum menemukan solusi di tingkat bawah, warga akhirnya meminta difasilitasi pertemuan dengan pihak kecamatan.
Menurut Yuga, hasil pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan bahwa pihak kecamatan bersama Pemerintah Desa akan kembali melakukan mediasi dengan pihak terkait, termasuk pihak ketiga pelaksana proyek dan PJ kepala desa sebelumnya.
“Rencananya akan dilakukan mediasi dalam waktu dekat, menunggu kesiapan dari pihak kecamatan. Kami berharap semua pihak hadir agar permasalahan ini menjadi jelas dan menemukan solusi,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu warga, Hasan Ocim, mengatakan bahwa kedatangan warga ke kantor kecamatan bertujuan untuk menuntut penyelesaian proyek jalan Samisade tahun 2025 yang hingga kini belum selesai.
“Tujuan kami hanya mempertanyakan kapan penyelesaian bankeu 2025 ini. Tidak ada tuntutan lain, hanya mengingatkan agar pekerjaan yang sudah direncanakan bisa segera diselesaikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sisa pekerjaan jalan diperkirakan masih sekitar 300 meter yang belum dikerjakan. Warga berharap proyek tersebut segera diselesaikan karena jalan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat.
“Jalan ini sangat penting. Dengan kondisi jalan yang baik, perekonomian warga bisa meningkat, anak-anak lebih mudah ke sekolah, dan akses ke wilayah lain juga jadi lebih lancar,” pungkasnya. (Dyn)












