Cibinong, BogorUpdate.com – Polres Bogor bersama Satgas Obat Keras Tertentu (OKT) mengungkap 45 kasus peredaran OKT selama periode April hingga Mei 2026.
Sebanyak 55 tersangka berhasil diamankan dengan barang bukti mencapai 42.801 butir obat keras tertentu.
Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto mengatakan, pengungkapan kasus OKT menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan kepolisian karena berkaitan dengan meningkatnya aksi kriminalitas di wilayah Kabupaten Bogor.
“Dipimpin oleh Bapak Bupati Bogor, Rudy Susmanto kita menyatakan perang terhadap peredaran OKT. Ini menjadi atensi karena berdasarkan evaluasi, banyak kasus perkelahian, tawuran hingga begal yang pelakunya menggunakan OKT sebelum beraksi,” ujar Wikha kepada wartawan, Rabu (13/5/2026).
Menurutnya, pembentukan Satgas OKT yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Bogor pada April 2026 mulai menunjukkan hasil signifikan. Operasi pemberantasan dilakukan hampir di seluruh wilayah hukum Polsek jajaran Polres Bogor.
“Dalam satu bulan terakhir, 45 kasus berhasil diungkap, 55 tersangka ditangkap dan 42.801 butir barang bukti disita. Kegiatan ini dilaksanakan di hampir seluruh Polsek di jajaran Polres Bogor,” jelasnya.
Wikha menambahkan, para pelaku menggunakan berbagai modus untuk mengedarkan obat keras tertentu. Mulai dari berkedok toko kelontong, toko kosmetik, hingga toko pulsa sebagai tempat transaksi.
Selain itu, terdapat pula pelaku yang menggunakan sistem COD atau bertemu langsung di jalan untuk menghindari pantauan petugas.
Dalam pengungkapan tersebut, polisi juga mengamankan seorang pegawai PPPK paruh waktu berinisial AW yang bertugas di wilayah Kecamatan Klapanunggal.
Berdasarkan pemeriksaan, tersangka mengaku telah menggunakan narkotika jenis sabu sejak tahun 2024.
“Saat ini yang bersangkutan sedang menjalani proses rehabilitasi di BNNK Kabupaten Bogor,” ungkap Wikha.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bogor bersama aparat kepolisian berencana melakukan tes urine terhadap aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintahan Kabupaten Bogor sebagai langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba.
“Bapak Bupati mengajak sinergi untuk melakukan pengecekan atau tes urine kepada seluruh ASN lainnya guna memastikan Kabupaten Bogor bersih dari narkoba,” tandasnya. (Dyn)







