
Kota Bogor – Bogor Update
Terjadinya kesepakatan PKS – PPP yang memutuskan mengusung Achmad Ruhyat dan Zaenul Mutaqin direspon positif Wakil Sekjen DPP PPP Andi Surya Wijaya.
Menurutnya, koalisi PPP dan PKS mengulang kembali gabungan koalisi Pilwalkot 2013 lalu.
Masih kata dia, pasangan tersebut merupakan kalkulasi yang cukup baik dari yang ada saat ini. Karena melihat dari semua aspek hitungan kondisi sekarang, kedua figur itu sangat berpeluang besar memenangkan Pilwalkot nanti.
“Kebersamaan PPP dan PKS mengulang kembali koalisi di Pilwalkot Bogor. Ini pasangan terbaik saat ini dan siap menghadapi pasangan manapun, termasuk calon petahana. Kita kuatkan keduanya hingga keluarnya rekomen SK DPP baik dari PPP maupun PKS,” kata Andi.
Jadi lanjut dia, nanti bisa saja hanya ada 2 poros kekuatan di Pilwalkot 2018, antara poros petahana dan poros PPP.
Terkait komunikasi yang sudah dibangun antara PPP dan PDIP, Andi menuturkan, ada baiknya apabila PDIP ketika mengalami kebuntuan bisa bergabung dengan koalisi PPP dan PKS.
Jadi komunikasi antara PPP dan PDIP memudahkan untuk PDIP bergabung dalam koalisi.
Namun, ia mengajak agar tetap harus mengantisipasi apapun perkembangan kedepan, karena ada dinamika pertaruhan untuk Pilgub Jabar dan Pilpres 2019 mendatang.
Menurut dia, semua parpol berpeluang masuk bergabung dalam koalisi PPP dan PKS ini.
“Kalau ingin memenangkan Pilwalkot dan menumbangkan calon manapun, mari bergabung dalam koalisi kami,” ajak Andi yang juga sebagai calon Anggota DPR RI Dapil Kota Bogor dan Cianjur ini.
Terpisah, Ketua Desk Pilkada DPC PPP Kota Bogor Rachmat Imron Hidayat menerangkan bahwa hasil Mukercab langsung diserahkan ke DPW Jabar dan DPP.
Perjalanan ini merupakan hasil akhir dari istiqharah, ihtiar dan perintah para Kyai dan ulama bahwa Zaenul Harus bersanding dengan Achmad Ruyat.
Karena Hanya pasangan ideal inilah yang diharapkan oleh masyarakat Kota Bogor untuk bisa membawa perubahan di kota Bogor masa mendatang.
“Pengalaman Achmad Ruhyat selama 5 tahun memimpin Kota Bogor menjadi Wakil Walikota dan Zaenul sudah 2 periode di legislatif DPRD kota Bogor, menjadi landasan bahwa keduanya sangat tepat memimpin Kota Bogor kedepan,” kata dia.
Bukan itu saja, ia menilai, kedua figur inipun merupakan jebolan dari pondok pesantren yang dikenal sangat agamis serta religius. Sehingga mereka layak untuk memimpin Kota Bogor 5 tahun kedepan. (AS)
Editor: Endi







