Kota Bogor, BogorUpdate.com – Panitia pemotongan hewan kurban Masjid Al Ikhlas, Perumahan Tamansari Persada, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, menerapkan standar kesehatan ketat dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026).
Ketua pelaksana panitia pemotongan hewan kurban, Bambang Puji Basuki, mengatakan pemeriksaan kesehatan hewan dilakukan sejak awal sebelum proses penyembelihan dimulai. Pemeriksaan tersebut melibatkan tenaga dokter hewan guna memastikan seluruh hewan kurban dalam kondisi sehat dan layak disembelih.
“Di sini memang setiap tahun mengikuti standar kesehatan. Dikhawatirkan hewan kurban yang sakit bisa dideteksi dari awal. Makanya kita perlukan tenaga dokter,” ujar Bambang.
Pada pelaksanaan Iduladha tahun ini, panitia menyembelih sebanyak 25 ekor sapi dan 85 ekor kambing. Seluruh hewan kurban terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum masuk ke tahapan penyembelihan.
Menurut Bambang, alur penyembelihan di lokasi dibuat secara bertahap agar proses berjalan lebih tertib, higienis, dan efisien. Hewan kurban yang datang diarahkan melalui pintu pemeriksaan kesehatan sebelum masuk antrean penyembelihan.
Setelah proses penyembelihan selesai, tahapan dilanjutkan dengan pencacahan daging, penimbangan, pengemasan hingga distribusi kepada masyarakat penerima manfaat.
“Penyembelihan di lokasi ini dimulai dari entry masuk, kemudian pemeriksaan kesehatan hewan kurban oleh dokter, masuk antrean penyembelihan, kemudian pemotongan, serah cacah daging hingga penimbangan, packing dan distribusi,” katanya.
Ia menuturkan, sistem tersebut rutin diterapkan setiap tahun oleh panitia kurban Masjid Al Ikhlas. Tahapan yang terstruktur dinilai memudahkan pengawasan agar pelaksanaan kurban tetap sesuai standar kesehatan dan syariat Islam.
Kegiatan penyembelihan dimulai usai pelaksanaan salat Iduladha dan diperkirakan berlangsung hingga sore hari. Untuk mendukung kelancaran proses, panitia juga mendatangkan tenaga penjagal khusus di luar panitia inti.
“Tenaga penyembelih juga didatangkan dari penjagal khusus, di luar panitia inti,” ucapnya.
Dalam proses distribusi, panitia membagi penyaluran daging kurban ke dalam tiga klasifikasi penerima. Ring pertama diprioritaskan bagi warga sekitar dan kaum dhuafa di luar Perumahan Tamansari Persada. Ring kedua didistribusikan melalui sejumlah instansi pemerintah dan forum tertentu.
“Sedangkan ring ketiga bersifat prioritas sesuai kebutuhan panitia,” jelas Bambang.
Bambang menyebutkan, total paket daging kurban yang berhasil didistribusikan pada tahun ini mencapai 3.312 paket.
“Alhamdulillah total penerima ada 3.312, dan dari puluhan hewan kurban yang disembelih tidak menemukan hewan kurban yang sakit,” tutupnya. (Abizar)












