Pendidikan, BogorUpdate.com
Dua tim mahasiswa IPB University kembali meraih penghargaan juara 1 dan juara 3, pada lomba karya tulis ilmiah populer mahasiswa kehutanan 2021.
Adapun tema yang diangkat Multiusaha Kehutanan: Mewujudkan Kebangkitan Sektor Kehutanan yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan.
Dari lomba ini, dua tim mahasiswa IPB University dari Departemen Manajemen Hutan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan yang mempersembahkan Juara 1 dan Juara 3.
Prasetya Irawan, Risti Aji Wahyuningtyas dan Ahmad Armansyah, di bawah bimbingan Fitta Setiajati, SHut, MSi, meraih Juara 1 dengan karya mereka yang berjudul Model Bisnis Multiusaha Kehutanan Kekinian dengan Konsep Innovative Start Up Company.
Topik ini mereka gagas setelah mengamati bahwa proses bisnis yang berjalan di sektor kehutanan masih menggunakan cara-cara lama. Sehingga dibutuhkan struktur berpikir dan cara perusahaan untuk dapat lebih adaptif terhadap perkembangan jaman.
“Maka dari itu, kami mengusung konsep start-up karena model innovative start-up company identik dengan inovasi, kekinian, mengikuti perkembangan zaman dan memiliki model bisnis yang berbeda. Poin-poinnya seperti pembangunan outdoor gym di hutan, jogging track, hotel dan rumah sakit di hutan, forest wedding, affiliate marketing, jastip solution, outbond, pelatihan kepemimpinan, kemitraan umkm, pemberdayaan masyarakat, dan lain-lain,” ujar Prasetya Irawan.
Mahasiswa Angkatan 56 IPB University ini juga memandang bahwa perusahaan kehutanan memiliki lahan yang luas, karenanya harus dioptimalkan dengan strategi dan inovasi yang out of the box.
“Dengan demikian, dapat meningkatkan pendapatan perusahaan dalam jangka waktu yang pendek dan jangka waktu yang panjang. Menggunakan konsep-konsep bisnis yang lebih modern, ramah anak muda, seperti perusahaan start up,” imbuhnya.
Menurut Prasetya Irawan, penghargaan ini sangat berkesan bagi kedua tim mahasiswa dan menambah semangat untuk terus mengembangkan gagasan-gagasan yang kreatif dan inovatif.
“Semoga gagasan dan ide yang kami bentuk dapat menjadi manfaat dan kontribusi untuk pembangunan negara di masa yang akan datang,” tandas Prasetya Irawan.
Adapun Juara 3 diraih oleh tim yang terdiri dari Nadia Salsabila Candra Kerti, Manisyah, dan Feni Amyar Aningtiyas. Mereka mengusung judul Agrosilvofarmaka dan Penerapan Sistem Pemasaran Digital untuk Menarik Investor.
Menurut Nadia Salsabila, topik ini dilatarbelakangi oleh pengawasan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) yang hanya dilakukan oleh pemerintah pusat. Sehingga pengelolaan lahan kurang transparan terhadap masyarakat.
“Melalui PBPH, setiap perusahaan hanya diperbolehkan untuk memegang satu perizinan untuk mengelola lahan seluas 50.000 hektar di wilayah luar Papua dan 100.000 hektar di wilayah Papua. Sehingga pengusaha perlu berinovasi untuk memaksimalkan penggunaaan lahan. Masalah lainnya adalah tidak adanya jaminan pasar bagi para pelaku multiusaha kehutanan, sehingga perlu sistem pemasaran dengan jangkauan lebih luas,” jelas Nadia Salsabila.
Nadia Salsabila dan kawan-kawannya menawarkan konsep agrosilvofarmaka dengan sistem pemasaran digital. Agrosilvofarmaka merupakan salah satu sistem agroforestri yang mengkombinasikan antara komponen berkayu, tanaman pangan dan tanaman obat sebagai tanaman sela pada suatu lahan yang dilakukan secara bersamaan atau bergiliran guna mendapatkan keuntungan ekonomi dan lingkungan.
“Praktik ini kemudian didampingi oleh sistem pemasaran digital. Yakni dengan menerapkan Market Information System (MIS) yang dipadukan dengan skema e-commerce untuk menjangkau pasar dengan lebih luas. MIS ini mempermudah akses bagi petani atau pengelola agrosilvofarmaka untuk langsung berinteraksi dan bertransaksi dengan konsumen secara real-time. Sistem yang transparan dan akses yang mudah dapat membuka peluang datangnya investor,” ujar Nadia Salsabila.
Untuk diketahui, kompetisi ini merupakan bagian dari Musyawarah Nasional Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia tahun 2021 dengan tema Mengaktualisasikan Ekosistem Bisnis Baru Kehutanan yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan Pasca UU Cipta Kerja 2021.













