Kota Bogor, BogorUpdate.com – Momentum peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 menjadi catatan bersejarah bagi Kota Bogor. Dalam Rapat Paripurna Istimewa yang digelar DPRD Kota Bogor, Rabu (3/6/2026), secara resmi diluncurkan Peraturan Daerah (Perda) inisiatif DPRD yang dirancang ramah bagi penyandang disabilitas tunanetra.
Peluncuran regulasi tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam upaya mewujudkan Kota Bogor yang semakin inklusif.
Perda ramah tunanetra ini dihadirkan untuk memperluas akses informasi hukum bagi seluruh masyarakat, khususnya warga penyandang disabilitas netra agar dapat memahami regulasi secara mandiri.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengapresiasi lahirnya produk hukum yang dinilai berpihak kepada kelompok rentan dan memberikan kesempatan yang setara dalam memperoleh informasi.
“Alhamdulillah, format ramah disabilitas tersebut kini sudah resmi diluncurkan dan diharapkan dapat menjadi percontohan atau role model bagi daerah-daerah lain di Indonesia. Dengan adanya kemudahan akses ini, rekan-rekan penyandang disabilitas netra dapat mempelajari, membaca, serta mendapatkan tambahan informasi dan ilmu pengetahuan secara mandiri mengenai regulasi yang ada,” ujar Dedie di Gedung DPRD Kota Bogor.
Menurutnya, kehadiran Perda ramah tunanetra merupakan langkah nyata Pemerintah Kota Bogor bersama DPRD dalam menghadirkan pelayanan publik yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh warga.
“Ini bagian dari komitmen kita untuk memastikan seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh informasi, memahami hak dan kewajiban, serta berpartisipasi dalam pembangunan daerah,” tambahnya.
Rapat Paripurna Istimewa HJB ke-544 juga dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan. Dalam kesempatan tersebut, Erwan memberikan apresiasi terhadap sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, dan masyarakat Kota Bogor.
Menurut Erwan, di usia ke-544 tahun, Kota Bogor terus menunjukkan perkembangan positif melalui berbagai program pembangunan dan inovasi pelayanan publik yang dirasakan masyarakat.
“Ya saya melihat Kota Bogor semakin maju di ulang tahun yang ke-544 ini. Semoga semakin kompak, kerja bareng, Forkopimda juga dengan masyarakatnya. Karena apapun, sebaik apapun program dari pemerintah tanpa didukung oleh masyarakatnya akan sia-sia,” kata Erwan.
Sementara itu, Dedie Rachim mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah daerah. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila masih ada harapan dan kebutuhan yang belum dapat terpenuhi secara maksimal akibat keterbatasan anggaran daerah.
Meski demikian, Pemerintah Kota Bogor berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, serta memperkuat kebijakan yang berpihak kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok penyandang disabilitas.
Peringatan Hari Jadi Bogor ke-544 tahun ini tidak hanya menjadi ajang refleksi perjalanan sejarah Kota Bogor, tetapi juga momentum memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan kota yang inklusif, maju, dan berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah, DPRD, Forkopimda, dan seluruh elemen masyarakat. (Abizar)











