Cariu, BogorUpdate.com – Langkah cepat Kepala Desa Kutamekar, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, Uteng, bersama masyarakat dalam mengantisipasi ancaman abrasi Sungai Cibeet mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Kabupaten Bogor Fraksi PKB, Hj. Nunur Nurhasdian.
Menurutnya, langkah yang dilakukan Kepala Desa Uteng patut diapresiasi. Di tengah belum adanya penanganan dari instansi berwenang, pemerintah desa bersama masyarakat memilih bergerak secara mandiri untuk mengurangi risiko abrasi yang mengancam keselamatan warga.
Bahkan, upaya tersebut dilakukan menggunakan anggaran pribadi kepala desa dan swadaya masyarakat.
“Saya tentu mengapresiasi langkah Kepala Desa Uteng bersama warga. Dengan anggaran pribadi dan swadaya, mereka berupaya menjaga keselamatan masyarakat. Ini menunjukkan kepedulian yang luar biasa,” ucap Nunur Nurhasdian kepada wartawan Kamis (3/9/26).
Selain itu Ia juga menyampaikan, atas keberanian pemerintah desa mengambil langkah tersebut menunjukkan bahwa persoalan abrasi Sungai Cibeet sudah berada dalam kondisi yang cukup mendesak.
“Penanganan secara swadaya tidak seharusnya menjadi solusi permanen. Pemerintah desa dan masyarakat telah menunjukkan kepeduliannya, tetapi penanganan sungai membutuhkan dukungan pemerintah dan instansi yang memiliki kewenangan serta kemampuan teknis,” ungkapnya.
Selanjutnya Ia juga mengatakan, terlebih, laporan terkait abrasi Sungai Cibeet disebut telah disampaikan kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) sejak 2023. Hingga kini, warga masih menunggu penanganan konkret di lapangan.
“Sangat disayangkan laporan yang sudah disampaikan sejak 2023 sampai sekarang belum ada penanganan. Warga sudah menunggu terlalu lama, sementara risikonya semakin nyata,” tegasnya.
Nunur meminta BBWS segera turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi abrasi secara nyata, melakukan kajian teknis, serta menentukan langkah penanganan yang tepat dan berkelanjutan.
Ia juga mengingatkan agar persoalan tersebut tidak dibiarkan sampai kondisi semakin parah dan menimbulkan korban maupun kerugian yang lebih besar.
“BBWS harus segera turun ke lokasi, melakukan peninjauan dan memberikan solusi nyata. Keselamatan warga adalah prioritas utama. Jangan biarkan warga berjuang sendirian melawan risiko bencana,” pungkasnya.
Langkah Kepala Desa Kutamekar bersama warga diharapkan menjadi perhatian serius pemerintah daerah maupun instansi terkait agar penanganan abrasi Sungai Cibeet dapat segera dilakukan secara menyeluruh. (Gus)












